"Mama..." teriakan Ghaza mengehentikan tarian jemariku di atas keyboard.
"ada apa sayang?"
"apa kain kafan itu mahal?" keningku berkerut. Apa maksud pangeran kecilku ini? bertanya kain kafan?
"ga mahal kok sayang. Memangnya kenapa Ghaza nanya seperti itu?"
"tadi dengar cerita Sahabat Nabi Mushab bin Umair.. katanya pak
ustadz.. kainnya ga bisa menutupi seluruh badan. Jika ditarik kepala
supaya tertutup, kakinya terbuka.. kalau ditarik menutupi kaki..
kepalanya yang kelihatan."
aku tertegun sejenak. Kemudian menceritakan ulang pada Ghaza tentang
sirah Sahabat Nabi Mushab bin Umair. Tentang kesederhanaan seorang
Mushab setelah hijrah, tentang mereka yang syahid tanpa perlu dikafani,
dimakamkan dengan pakaian yang dikenakan.
sedetik.. dua detik.. aku menunggu Ghaza bereaksi.
"Ma, mereka yang syahid masuk surga dan disayang Allah kan?"
"iya dong sayang.." jawabku.
"Ma.. aku ingin mati syahid." Deg! hatiku terasa tercubit. Sanggupkan aku menjadi seperti al-Khansa?
***
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih sudah memberikan komentar di blog saya. Mohon maaf komentar saya moderasi untuk menyaring komentar spam ^_^