Zaman sekarang
rasanya tak afdal kalau mengunjungi satu tempat tapi tidak mencoba kuliner khas
daerah tersebut (Cari yang halal tentunya buat muslim). Begitu pun saat ada
keluarga yang berkunjung, kita biasanya mengusahakan keluarga itu menikmati kuliner
khas daerah kita.
Suatu ketika,
kakak kedua saya akan mengunjungi Balikpapan. Mendengar hal tersebut, saya si
perencana ini sibuk merencanakan tempat-tempat yang akan dia kunjungi. Wiskul
ke mana, jalan-jalan ke mana, sibuk saya pikirkan sendiri. Padahal si kakak
tidak terlalu peduli dengan hal begituan. Hahaha....
Balikpapan adalah
kota yang berbatasan langsung dengan laut. Hal ini tentu saja membuat
Balikpapan berlimpah dengan hasil laut dan kuliner seafood ada di mana-mana dengan kepiting yang menjadi primadona.
Tapiii…. Kakak saya itu alergi dengan
seafood. Jadilah saya pun memikirkan wisata kuliner lain ketimbang mengajak dia
ke resto seafood dan dia pesannya ayam goreng. Mau mengajak ke warung Soto
Banjar juga bukan pilihan yang tepat seperti jeruk makan jeruk. Orang Kalsel
dikasih makan kuliner khas Kalsel juga.
Jadi, ke mana?
Sate Kambing di Balikpapan |
Setelah
memikirkan beberapa tempat wiskul akhirnya saya teringat dengan sate kambing Tanjung Hijrah. Wah, itu
pilihan yang tepat, pikir saya saat itu karena kakak saya memang suka sate.
Jadi, ketika dia mendarat di Balikpapan menjelang siang, check in di hotel, dan shalat dzuhur, kami langsung menuju Sate Kambing Tanjung Hijrah di di Jalan
Tanjungpura I, Belakang Kantor Inhutani/Angkringan, Kawasan Kuliner Belakang Kantor
Pos.
Tempat makan |
Sate kambing Tanjung Hijrah ini termasuk kuliner yang beberapa kali saya datangi. Bukan tempat wiskul di mana sekali datang untuk mencoba dan tidak kembali lagi. Tentunya ada kualitas yang didapatkan sehingga pengunjung bisa datang berkali-kali.
Ada beberapa menu dari kambing
seperti tongseng, sup kambing, dan tentu saja sate kambing. Walaupun begitu,
saya tidak pernah mencoba yang lain. Sekali sate kambing tetap sate kambing.
Untuk sate kambing, ada pilihan sate kambing yang full daging, ada juga yang
berlemak. Saya selalu memilih yang full daging. Jadi, tidak ada lemak-lemaknya.
Harga per 10 tusuk 50 ribu rupiah.
Sate Kambing Tanjung Hijrah |
Sate kambing yang disajikan
bersanding dengan saos kacang. Kalau urang Banjar bilang itu sambal sate. Di
atas meja juga tersaji sambal pedas, irisan cabe rawit, dan irisan bawang
merah. Kita bisa meraciknya sendiri. Saya suka menikmati sate kambing dengan
soas kecap yang dipadukan dengan irisan cabe rawit serta irisan bawang merah.
Level kepedasannya bisa kita tentukan sendiri karena kita yang meraciknya
sendiri. Sementara sambal satenya, dicampur dengan nasi maka akan membentuk
variasi yang lezat di lidah.
Racik sendiri |
Sate kambing Tanjung Hijrah ini
memang enak sekali. Dagingnya empuk tanpa perlawanan. Walaupun pernah ada
daging yang agak alot, tapi hanya secuil dari yang empuk yang pernah saya
nikmati di sana. Terakhir datang ke sana, untuk minum saya memesan teh tarik
dan suami memesan es jeruk. Jika membandingkan dua minuman ini, es jeruk yang
juara.
Es Jeruk dan Teh Tarik |
Jadi, buat yang mau wiskul di
Balikpapan tapi alergi atau enggan menikmati seafood, sate kambing Tanjung Hijrah bisa menjadi salah satu
pilihan.
Aku suka sate kambing. :D Anget di badan. :D
BalasHapusApalagi yang dagingnya ga alot ya, Mbak Nis :-)
HapusEs jeruk dan sate kambing. Sensaninya kerasa sampai di sini. Tapi menurutku sate lebih enak ketika dikonsumsi malam hari. :)
BalasHapusBukanya siang ini, Mbak Esti. Tapi benar ya. Kebanyakan yang jual sate malam ya :-)
Hapuswow 10 tusuk 50ribu mayan mahal y mba disini masih kisaran 25ribuan :) aku paling suka ditongseng kuahnya mpe tetes penghabisan pasti aku uyup
BalasHapusHihihi... Iya, Mbak Herva. Namanya juga di Balikpapan ya..kota mahal. Segitu harganya relatif deh. Tapi emang dagingnya besar, Mbak. Puas deh :-)
Hapus10 tusuk 50ribu. Kuah kacangnya banyak juga ya. Sambalnya bisa diracik sendiri, tapi kalau saya malas... mending yang udah jadi aja, haha... Enaknya memang jadi tau level pedasnya sesuai selera ya.
BalasHapusaww sate kambing n teh tarik... paduan yg mantapp
BalasHapusBaru kali ini liat sate kambing bumbu kacang, jadi penasaran sama rasanya. Soalnya biasanya sate kambing ya bumbu kecap.
BalasHapusIih, aku belum pernah menginjak bumi Kalimantan. Itu Es teh tariknya bikin ngiler ...
BalasHapus